Jangan Tergiur Investasi Bodong Berkedok Alkes dan Robot Trading
Jangan Tergiur Investasi Bodong Berkedok Alkes dan Robot Trading

Jangan Tergiur Investasi Bodong Berkedok Alkes dan Robot Trading

Informasi-teknologi.com.- Periode pandemi Covid-19, banyak orang membutuhkan perangkat medis (alkes) untuk menjaga kesehatan atau dalam periode penyembuhan. Namun, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan pandemi untuk melakukan kejahatan dengan kedok investasi di Alkes.

Direktur Pelaksana Master Trust Propertindo Dylan Natanael menanggapi investasi Bodong di bawah ulang tahun injeksi modal yang membahayakan masyarakat. Hal ini disebabkan banyak orang yang tergoda oleh investasi bodong dengan jarum suntik untuk modal Alkes dengan kerugian Rp. 1,2 triliun.

Selain itu, dengan sistem pembagian keuntungan dan keuntungan melebihi rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia dalam menentukan persentase dari pembagian keuntungan dan laba 0,5 × 100 hingga 1,38 × 100, jika melebihi investasi pihak yang direkomendasikan harus dicurigai .

“Semua bentuk investasi yang menawarkan bunga atas rekomendasi Bank Indonesia harus dicurigai,” kata Dylan Nathanael dalam pernyataannya, Selasa (14).

Dylan menjelaskan, umumnya masyarakat hanya melihat persentase laba bersih. Bahkan, orang yang ingin berinvestasi juga diharuskan untuk mengetahui kembalinya investasi (ROI). ROI adalah cara termudah untuk menghitung modal dan keuntungan dari investasi. Ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk melihat perkembangan investasi.

Tidak hanya itu, orang-orang yang ingin berinvestasi harus melihat izin perusahaan dan izin perusahaan, terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (BAPPEBTI) yang bertanggung jawab atas Badan Pengawas Layanan Keuangan di bawah naungan. Kementerian Perdagangan.

Investasi masyarakat memperhatikan lisensi dan legalitas perusahaan investasi seperti OJK dan Bapetti, “tambahnya.

Dylan menjelaskan, saat ini ada juga banyak investasi dengan kedok perdagangan robot, yang merupakan program khusus yang menghasilkan sinyal perdagangan menggunakan algoritma matematika, menggunakan indikator teknis. Namun, setelah mencoba hasilnya, itu merugikan investor. Sebab, sistem dari Robot Trading telah dirancang sedemikian rupa agar dapat bermanfaat bagi pemilik program.

Desainer aplikasi biasanya menawarkan kesuksesan dan minat yang tinggi untuk merayu masyarakat untuk menggunakan robot perdagangan mereka. “Selain investasi bodong dengan kedok injeksi modal nantinya banyak investasi bodong yang dengan kedok perdagangan robot berjanji bunga tinggi setiap bulan,” jelasnya.

Investasi teraman dan paling terlihat adalah investasi di bidang properti. Karena, bunga dan sistem untuk hasilnya transparan dan akan meningkatkan laba setiap tahun. Dia juga merekomendasikan agar orang-orang yang ingin berinvestasi, harus cerdas dalam penyortiran dan memilih dalam berinvestasi.

“Pelajari dulu dan perhatikan apa yang ingin Anda capai dari investasi yang dimaksudkan. Jangan tertipu oleh keuntungan tinggi atau bunga, tetapi hasilnya nol. Lebih baik berinvestasi di bidang properti di mana manfaatnya transparan dan memiliki infrastruktur yang jelas. Sebagai tolok ukur untuk manfaat yang diperoleh, “kata Dylan.

Sementara itu, advokat Agung Pratama Putra, dari firma hukum Trust Trust, mengajukan banding kepada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan semua jenis investasi Bodong yang dengan kedok injeksi modal alkes, dan juga yang menggerakkan robot perdagangan.

Firma Master Trust Law juga membuka pos investasi bodong melalui WhatsApp pada 0818899800 untuk orang Indonesia yang ingin melakukan konsultasi hukum secara gratis dan bermuatan bebas.

“Jangan pernah takut untuk melapor kepada pihak berwenang dan semua pihak yang membantu mempromosikan dan membantu mempersembahkan semua jenis investasi dalam tubuh, kami akan menarik dan kami melaporkan pihak berwenang dan harus bertanggung jawab atas hukum,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.